Pages

Saturday, October 10, 2015

Dilema Gadget Untuk Anak

Menjadi orang tua di era teknologi seperti sekarang ini memang banyak tantangannya. Di satu sisi jika kita memberikan akses teknologi (gadget) pada anak-anak di bawah umur resikonya cukup besar, mulai dari paparan informasi yang belum layak mereka konsumsi sampai pada berbagai game yang bisa menyebabkan kecanduan. Di sisi yang lain jika kita menutup akses tersebut maka anak kita beresiko menjadi cupu di kalangan teman-teman sebayanya.

Itu juga yang sempat dialami oleh anak kami, Arya. Seringkali saat dia berkumpul dengan saudara atau teman sebayanya, dia hanya bisa menonton keseruan mereka bermain gadget.
Melihat hal tersebut akhirnya kami mengalah dan memberikan Arya kesempatan menggunakan gadget dengan akses terbatas, baik menyangkut konten dan waktu pemakaiannya.

Masalah mulai timbul saat Arya ingin mengunduh game yang sedang hits di kalangan teman-temannya sementara kontennya tidak lolos verifikasi kami. Beberapa kali hal tersebut terjadi, hingga muncul pertanyaan kenapa pembuat game tersebut tidak membuat game seru yang sesuai untuk anak-anak. 

Pertanyaan tersebut pun memunculkan pertanyaan susulan, apakah anak-anak bisa membuat game sendiri yang sesuai dengan imajinasi mereka? Sementara yang kami tahu untuk membuat game diperlukan kecakapan programming komputer dengan bahasa pemrograman yang rumit.

Karena penasaran kamipun mulai mencari informasi di internet. Setelah menyelam kesana kemari akhirnya kami temukan beberapa bahasa pemrograman yang dirancang khusus untuk anak-anak dimana dengan bahasa tersebut anak-anak bisa membuat berbagai karya termasuk membuat game sendiri. Hahaha.. kemana aja kami selama ini?

Kami akan bahas satu persatu bahasa pemrograman tersebut di artikel berikutnya. 
Selamat menikmati.

0 comments:

Post a Comment